Spesifikasi CCTV Kantor dan Sekolah: NVR, Kamera IP, PoE
Daftar isi
- Kesalahan pada Spesifikasi CCTV Kantor yang Baru Terlihat Kemudian
- NVR: Hitung Kanal Hari Ini dan Rencana Beberapa Tahun ke Depan
- Kamera IP: 5MP untuk Titik Ruangan, 8MP untuk Area Luas
- Switch PoE: Satu Kabel untuk Data dan Daya
- Penyimpanan: HDD Kelas CCTV dan Durasi Rekaman
- TKDN dan Preferensi Harga: Aturan yang Mengikat Dokumen Pemilihan
- Contoh Produk CCTV dan Pendukungnya di Katalog Sorak

Gerbang kampus terekam tetapi pelat nomor tidak terbaca, koridor sekolah buram pada malam hari, dan NVR penuh kanal saat ada usulan titik kamera baru. Kegagalan pengadaan CCTV jarang berpangkal pada pilihan merek; hampir selalu berpangkal pada spesifikasi CCTV kantor dan sekolah yang ditulis terburu-buru di KAK. Akibatnya, PPK menerima barang “sesuai kontrak” yang tetap tidak menjawab kebutuhan pengawasan. Empat keputusan teknis berikut sebaiknya dirampungkan sebelum dokumen disusun.
Kesalahan pada Spesifikasi CCTV Kantor yang Baru Terlihat Kemudian
Empat masalah yang paling sering muncul setelah sistem beroperasi: jumlah kanal perekam dihitung hanya dari kamera hari ini tanpa sisa untuk pengembangan; resolusi kamera seragam padahal fungsi tiap titik berbeda; daya tahan rekaman tidak dihitung sehingga riwayat hilang dalam beberapa hari; dan tata letak kamera tidak direncanakan. Empat hal itulah yang wajib terjawab di spesifikasi, bukan sekadar daftar merek.
NVR: Hitung Kanal Hari Ini dan Rencana Beberapa Tahun ke Depan
NVR (Network Video Recorder) menentukan batas jumlah kamera yang dapat dikelola dan durasi rekaman yang tersimpan. Varian 8 kanal cukup untuk kantor kecil atau satu gedung dengan sedikit titik; 16 kanal untuk kebutuhan menengah; 32 kanal untuk kantor dengan banyak area atau kampus sekolah. Selain kapasitas kanal, perhatikan apakah NVR sudah memiliki port PoE bawaan — pada instalasi kecil, kamera bisa langsung ditancapkan ke NVR tanpa perangkat tambahan. Contoh di katalog Sorak: SPC NVR 8CH POE dan SPC NVR 32CH.
Kamera IP: 5MP untuk Titik Ruangan, 8MP untuk Area Luas
Tentukan dulu fungsi tiap titik, baru pilih resolusi. Lorong, pintu ruangan, dan area dalam kelas cukup diliput kamera 5MP. Gerbang, area parkir, dan halaman sekolah — tempat identitas perlu terbaca dari jarak — lebih cocok menggunakan 8MP. Titik di luar bangunan menuntut kamera varian outdoor, sedangkan area dalam ruangan memakai varian indoor. Mencampur resolusi sesuai fungsi biasanya lebih efisien daripada memasang kamera tertinggi di semua titik. Contoh: SPC Camera IP 5MPX Outdoor dan SPC Camera IP 8MPX Outdoor.
Switch PoE: Satu Kabel untuk Data dan Daya
Power over Ethernet menyalurkan data dan listrik kamera lewat satu kabel LAN, sehingga instalasi lebih rapi dan tidak perlu menambah stop kontak di dekat kamera. Jumlah port dipilih dari banyaknya kamera yang dilayani satu area; pada proyek bertahap, port ekstra menjadi cadangan. Bicarakan juga total kebutuhan daya kamera dengan penyedia agar kapasitas switch cukup. Contoh: switch PoE SPC POE1008 dengan 8 port.
Penyimpanan: HDD Kelas CCTV dan Durasi Rekaman
NVR merekam nonstop 24 jam; hard disk biasa untuk PC cepat rusak pada beban itu, sehingga diperlukan HDD kelas surveillance. Durasi rekaman dihitung dari jumlah kamera, laju data per kamera, dan lama hari yang diminta tim keamanan — kalikan semua sebelum menentukan kapasitas. Jika kapasitas bawaan kurang, siapkan rencana penambahan drive. Contoh di katalog: WD Purple 2 TB, HDD yang dipasarkan untuk kebutuhan CCTV.
TKDN dan Preferensi Harga: Aturan yang Mengikat Dokumen Pemilihan
Pengadaan perangkat dalam negeri berjalan dalam kerangka Perpres 16/2018 sebagaimana diubah terakhir dengan Perpres 46/2025. Pasal 66 ayat (2) Perpres 46/2025 mewajibkan penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN paling sedikit 25% apabila terdapat produk dengan jumlah nilai TKDN dan BMP 40% atau lebih. Angka 40% di sini adalah syarat keadaan yang memicu kewajiban, bukan batas minimum TKDN yang dituntut dari setiap produk.
Ayat (10) pasal yang sama menetapkan bahwa acuan nilai TKDN adalah daftar inventarisasi produk dalam negeri yang diterbitkan Kementerian Perindustrian; metode penghitungan dan sertifikasinya diatur melalui Permenperin 35/2025 yang berlaku 11 Desember 2025. Angka TKDN pada katalog penjualan bersifat gambaran — nilai resminya mengacu pada daftar Kemenperin, dan keduanya perlu dicek ulang saat penyusunan spesifikasi.
Kewajiban menggunakan produk dalam negeri itu kemudian harus dicantumkan pada RUP, spesifikasi teknis/KAK, dan Dokumen Pemilihan sebagaimana diatur Pasal 66 ayat (11)-(12). Untuk metode tender atau mini kompetisi, Pasal 67 memberikan instrumen preferensi harga paling tinggi 25% bagi produk dalam negeri dengan TKDN minimal 25%. Praktisnya: tulis ambang TKDN di KAK, minta peserta melampirkan bukti nilai dari daftar Kemenperin, dan gunakan preferensi harga saat evaluasi — bukan sebagai alasan menolak produk impor secara mutlak, karena impor dimungkinkan bila produk dalam negeri memang tidak ada.
Contoh Produk CCTV dan Pendukungnya di Katalog Sorak
- SPC NVR 8CH POE — perekam 8 kanal dengan port PoE bawaan; TKDN+BMP 44,88%.
- SPC NVR 32CH — perekam 32 kanal untuk banyak titik; TKDN+BMP 42,69%.
- SPC CAMERA IP 5MPX OUTDOOR — kamera IP 5MP varian outdoor; TKDN+BMP 45,84%.
- SPC CAMERA IP 8MPX OUTDOOR — kamera IP 8MP varian outdoor; TKDN+BMP 45,33%.
- SPC POE – POE1008 — switch PoE 8 port; TKDN+BMP 45,91%.
- WD Purple 2 TB HDD CCTV — hard disk kapasitas 2 TB untuk perekaman CCTV.
Lima produk pertama berstatus Produk Dalam Negeri dengan penjumlahan TKDN dan BMP di atas 40% menurut catatan katalog Sorak. Angka itu tetap perlu dikonfirmasi pada daftar inventarisasi Kemenperin sebelum dijadikan dasar menerapkan kewajiban Pasal 66 ayat (2).
Spesifikasi lengkap, ketersediaan, dan harga terbaru setiap produk tersedia di halaman produk masing-masing. Instansi dan sekolah yang sedang merancang paket CCTV dapat mengisi formulir di halaman permintaan penawaran untuk menerima usulan konfigurasi yang mengikuti jumlah titik dan rencana pengembangan. Untuk perubahan katalog yang berdampak pada PPK, baca juga Master Produk INAPROC: Dampak bagi PPK per 30 Oktober 2026.
Sumber
Produk yang disebut di artikel ini
TKDNBMPGaris putus-putus: batas 25% dan 40% Pasal 66
